Tiga Kesalahan yang Kudu Dihindari Saat Poker


Poker adalah produk keberuntungan. Namun, jika Anda tahu sempadan Anda dan saat harus melipat, maka poker bisa luar biasa menyenangkan dan menguntungkan. Sayangnya, ini saja merupakan permainan rekapitulas dan keterampilan. Sebagian besar kesalahan ini cukup umum serta cukup mudah diperbaiki. Jadi dalam artikel ini, telah mencatat 20 kesalahan tangkas paling umum yang semuanya harus diperbaiki.

Kesalahan pertama dengan harus dihindari dengan jenis poker apa-apa pun adalah bertaruh dengan seluruh bank Anda. Jika Anda baru mulai permainan poker, kesalahan ini cukup mudah dikerjakan. Sederhananya, Anda seharga boleh mempertaruhkan tiket “kompor” Anda atau kartu dengan nilai setinggi mungkin. Ini berarti Anda bukan boleh memainkan tangan yang lemah seperti Ace / King atau Jack alias Queen atau apa pun dengan tangan mula yang lemah. Permainan dengan bank padat berisiko karena Dikau dapat dengan mudah “dipanggil” atau ditangani dengan mudah. Pada skenario terburuk, Anda bisa terjebak membalas pot besar beserta cara yang buruk.

Kesalahan kedua nun harus dihindari ialah tidak bertaruh pada kegagalan. Pemain paling berpengalaman akan mengocok Anda bahwa ruang terbaik untuk berspekulasi adalah saat rusak. Kecuali Anda yakin Anda memiliki tangan yang kuat ataupun Anda melihat lawan Anda memiliki tangan yang buruk, oleh sebab itu lebih baik berspekulasi dan menggertak dari melipat ketakutan penghalang Anda. Sederhananya, Anda tidak boleh mengangkat tangan yang tak bisa Anda kalahkan.

Kesalahan ketiga adalah mengejar. Banyak tokoh poker membuat kelupaan dengan mengejar vas yang sudah dinaikkan. Ini berarti Dikau mengejar tangan unggul lawan Anda & berharap mereka bakal melipat tangan Dikau. Saat mengejar Dikau tidak memiliki kekangan atas kartu yang Anda lemparkan ke wajah lawan Anda. Oleh karena tersebut, mengejar pot cuma memberi Anda teknik untuk dipanggil atau ditangani dengan tangan yang lemah.

Kesalahan terakhir yang harus dihindari adalah mengoceh. Menghancurkan semua orang-orang adalah salah satu hal tersulit buat dilakukan di bola tangkas. Banyak pemain menghasilkan kesalahan dengan meraban ketika mereka benar-benar mencapai tangan mereka. Oleh karena itu, Anda harus uniform diam ketika Anda gagal dan ketika Anda memiliki kesempatan untuk menelepon. Ligaciputra mengoceh terlalu banyak, Anda tak hanya akan meneror lawan Anda, akan tetapi Anda juga hendak mengirim pesan terhadap mereka bahwa nun Anda tawarkan hanyalah tangan yang sementung.

Ketiga blunder itu sangat mudah dihindari. Anda hanya demi memahami bahwa Anda tidak harus selamanya memainkan permainan unggul Anda, dan Anda tidak perlu mengoyak tangan terbaik lawan Anda. Anda cuma perlu bertaruh begitu Anda memiliki tangan yang kuat serta berhenti bertaruh begitu Anda memiliki tangan yang lemah. Setelah membaca artikel tersebut, Anda akan mempunyai pemahaman yang kian baik tentang jalan bermain poker.

Related articles

Comments

Share article

Latest articles

MotoGP San Marino 2021, Francesco Bagnaia: Ini Trek yang Sangat Saya Sukai

Francesco Bagnaia siap memimpin rombongan Ducati di MotoGP San Marino yang akan berlangsung pada Minggu, 19 September 2021.

Tersebut Penjelasan PBSI Masukkan 4 Pemain Muda ke Piala Sudirman 2021

penetapan empat pebulu tangkis bujang itu didasarkan pada hasil penilaian selama latihan mematok simulasi pertandingan.

Main Bulu Tangkis Bareng Presiden Jokowi, Ini Respons Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu tak bisa berkata-kata setelah main bulu tangkis bareng presiden Republik Philippines, Joko Widodo (Jokowi).

Bagnaia Ungkap Serunya Momen Salip-salipan dengan Marquez di MotoGP Aragon 2021

Bagnaia sejajar ketat dengan Marquez di balapan MotoGP Aragon 2021.

Newsletter

[tdn_block_newsletter_subscribe description=”U3Vic2NyaWJlJTIwdG8lMjBzdGF5JTIwdXBkYXRlZC4=” input_placeholder=”Your email address” btn_text=”Subscribe” tds_newsletter2-image=”753″ tds_newsletter2-image_bg_color=”#c3ecff” tds_newsletter3-input_bar_display=”row” tds_newsletter4-image=”754″ tds_newsletter4-image_bg_color=”#fffbcf” tds_newsletter4-btn_bg_color=”#f3b700″ tds_newsletter4-check_accent=”#f3b700″ tds_newsletter5-tdicon=”tdc-font-fa tdc-font-fa-envelope-o” tds_newsletter5-btn_bg_color=”#000000″ tds_newsletter5-btn_bg_color_hover=”#4db2ec” tds_newsletter5-check_accent=”#000000″ tds_newsletter6-input_bar_display=”row” tds_newsletter6-btn_bg_color=”#da1414″ tds_newsletter6-check_accent=”#da1414″ tds_newsletter7-image=”755″ tds_newsletter7-btn_bg_color=”#1c69ad” tds_newsletter7-check_accent=”#1c69ad” tds_newsletter7-f_title_font_size=”20″ tds_newsletter7-f_title_font_line_height=”28px” tds_newsletter8-input_bar_display=”row” tds_newsletter8-btn_bg_color=”#00649e” tds_newsletter8-btn_bg_color_hover=”#21709e” tds_newsletter8-check_accent=”#00649e” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn19″ embedded_form_code=”YWN0aW9uJTNEJTIybGlzdC1tYW5hZ2UuY29tJTJGc3Vic2NyaWJlJTIy” tds_newsletter1-f_descr_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_input_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_transform=”uppercase” tds_newsletter1-f_btn_font_weight=”600″ tds_newsletter1-btn_bg_color=”#dd3333″ descr_space=”eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjExIn0=” tds_newsletter1-input_border_color=”rgba(0,0,0,0.3)” tds_newsletter1-input_border_color_active=”#727277″ tds_newsletter1-f_descr_font_size=”eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMiIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==” tds_newsletter1-f_descr_font_line_height=”1.3″ tds_newsletter1-input_bar_display=”eyJwb3J0cmFpdCI6InJvdyJ9″ tds_newsletter1-input_text_color=”#000000″ tds_newsletter1-input_border_size=”eyJwb3J0cmFpdCI6IjEifQ==”]