Tinggalkan Suzuki, Davide Brivio Menyeberang ke F1

MILAN – Suzuki Ecstar alhasil resmi berpisah dengan Manajer Awak Davide Brivio . Dalam pernyataan resminya, pria asal Italia itu mengonfirmasi akan adanya tantangan profesional baru. Hal itu semakin menguatakan rumor soal kepindahannya ke ajang balap Formula One (F1).

Seperti diketahui, pengumuman soal perpisahan dengan Davide Brivio diketahui di Kamis 7 Januari 2021 cepat waktu setempat. Setelah bersama semenjak 2016, kedua pihak resmi berpisah. Hal itu sungguh mengejutkan.

Disebut mengejutkan karena Davide Brivio berhasil mengantar Suzuki merebut dua gelar juara dunia dalam ajang MotoGP 2020. Kedua gelar itu datang dari kategori pembalap bersama Joan Mir serta konstruktor. Karena itu, sungguh mengejutkan si manajer pergi setelah memberi prestasi tertinggi.

Menangkap juga: Kehilangan Brivio, Sahara Siap Cari Cara buat Jaga Momentum Suzuki

Lewat pernyataan resminya, Davide Brivio mengungkap alasan meninggalkan Suzuki. Menurut penuturannya, ada suatu tantangan profesional yang menarik dalam depan. Tantangan itu terlalu menggoda sehingga dirinya rela meninggalkan Suzuki.

“Sebuah tantangan profesional dan kesempatan tiba-tiba datang dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mengambilnya. Ini menjadi sebuah keputusan yang sulit, ” perkataan Davide Brivio, sebagaimana dikutip daripada laman resmi Suzuki Racing, Jumat (8/1/2021).

“Saya betul sedih meninggalkan sebuah grup dengan berisi orang-orang luar biasa. Namun, dalam saat bersamaan, saya mendapatkan motivasi besar dari tantangan baru ini, ” imbuh mantan petinggi Yamaha MotoGP itu.

Related articles

Comments

Share article

Latest articles

Tidak Mudah, Marc Marquez Menangi MotoGP Jerman 2021 dengan Bantuan Hujan

Marquez tangan hujan saat memenangkan balapan MotoGP Jerman 2021.

Terpuruk di Sirkuit Sachsenring, Valentino Rossi Berharap Banyak dalam MotoGP Belanda 2021

Rossi meminta bangkit pada balapan berikutnya, MotoGP Belanda 2021.

Diam di Masa Sulit, Valentino Rossi Bikin Franco Morbidelli Iri

Morbidelli Iri pada ketenangan Rossi di masa sulit.

Newsletter

[tdn_block_newsletter_subscribe description=”U3Vic2NyaWJlJTIwdG8lMjBzdGF5JTIwdXBkYXRlZC4=” input_placeholder=”Your email address” btn_text=”Subscribe” tds_newsletter2-image=”753″ tds_newsletter2-image_bg_color=”#c3ecff” tds_newsletter3-input_bar_display=”row” tds_newsletter4-image=”754″ tds_newsletter4-image_bg_color=”#fffbcf” tds_newsletter4-btn_bg_color=”#f3b700″ tds_newsletter4-check_accent=”#f3b700″ tds_newsletter5-tdicon=”tdc-font-fa tdc-font-fa-envelope-o” tds_newsletter5-btn_bg_color=”#000000″ tds_newsletter5-btn_bg_color_hover=”#4db2ec” tds_newsletter5-check_accent=”#000000″ tds_newsletter6-input_bar_display=”row” tds_newsletter6-btn_bg_color=”#da1414″ tds_newsletter6-check_accent=”#da1414″ tds_newsletter7-image=”755″ tds_newsletter7-btn_bg_color=”#1c69ad” tds_newsletter7-check_accent=”#1c69ad” tds_newsletter7-f_title_font_size=”20″ tds_newsletter7-f_title_font_line_height=”28px” tds_newsletter8-input_bar_display=”row” tds_newsletter8-btn_bg_color=”#00649e” tds_newsletter8-btn_bg_color_hover=”#21709e” tds_newsletter8-check_accent=”#00649e” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn19″ embedded_form_code=”YWN0aW9uJTNEJTIybGlzdC1tYW5hZ2UuY29tJTJGc3Vic2NyaWJlJTIy” tds_newsletter1-f_descr_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_input_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_transform=”uppercase” tds_newsletter1-f_btn_font_weight=”600″ tds_newsletter1-btn_bg_color=”#dd3333″ descr_space=”eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjExIn0=” tds_newsletter1-input_border_color=”rgba(0,0,0,0.3)” tds_newsletter1-input_border_color_active=”#727277″ tds_newsletter1-f_descr_font_size=”eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMiIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==” tds_newsletter1-f_descr_font_line_height=”1.3″ tds_newsletter1-input_bar_display=”eyJwb3J0cmFpdCI6InJvdyJ9″ tds_newsletter1-input_text_color=”#000000″ tds_newsletter1-input_border_size=”eyJwb3J0cmFpdCI6IjEifQ==”]